Prokasih Imbau Masyarakat Lestarikan Hutan

E-mail Cetak PDF

ProkasihPerkumpulan Organisasi Rakyat Keswadayaan Air Bersih (Prokasih) mengajak untuk tetap menjaga kelestarian hutan khususnya lokasi dimana sumber air bersih SAM berada. Ajakan ini tidak hanya ditujukan kepada semua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), tapi juga organisasi rakyat dengan sebutan apa saja yang mengelola secara swadaya sarana air bersih.

“Banyak daerah sumber air minum di pedesaan saat ini yang terancam kekeringan jika tidak sejak dini dilakukan perlindungan dan penghijauan. Terlebih maraknya pelaku-pelaku penebangan hutan yang tidak bertanggung-jawab,” sebut St. Darwin Sipayung,S.Pd, Ketua Prokasih Sumatera Utara di Pematangsiantar baru-baru ini.
 
Selain penebangan liar, kata Darwin Sipayung, maraknya konversi tanaman dari tanaman kayu menjadi tanaman sawit juga akan mempercepat punahnya mata air yang selama ini dibutuhkan masyarakat sebagai sumber air kehidupan. Karena itu tidak ada alasan lain untuk tidak bersama-sama menjaga kelestarian hutan.

“Untuk lebih menguatkan ikatan pemersatu antar kelompok swadaya air bersih milik rakyat di Sumatera Utara, khususnya di Simalungun, diharapkan para pengurus lokal dapat meningkatkan kesadaran para anggotanya untuk sama-sama menjadi polisi terhadap lingkungan hutan. Oleh sebab itu, mari bergabung bersama Prokasih agar tanggung-jawab bersama itu dapat kita satukan dalam sebuah simpul gerakan pengamanan lingkungan,” tegas Darwin Sipayung seraya menyebutkan bahwa kantor sementara Prokasih berada di Pelpem GKPS Jl. Pdt. J.Wismar Saragih Pematang Siantar.

Menurut Darwin, Prokasih dibentuk atas latar-belakang kompleksnya persoalan hutan dan air bersih di Sumatera Utara. Organisasi ini dilengkapi beberapa divisi yaitu Divisi Hukum, HAM dan Advokasi, Divisi Usaha dan Koperasi serta Divisi Penelitian dan Pengembangan.

Sebagai informasi, Prokasih berdiri pada  28 Nopember 2011 lalu dalam acara Konsultasi Lingkungan Hidup (KLH)-Menguak Potensi Sumber Daya Air yang diselenggarakan oleh Pelpem GKPS atas prakarsa 46 kelompok air bersih di Simalungun. 46 kelompok air bersih ini diperkirakan melayani anggota masyarakat sekitar 5.060 KK atau kurang-lebih 25.300 jiwa. Sampai saat ini, tercatat ada 107 sarana air bersih yang sudah terbangun berkemitraan dengan Pelpem GKPS di Sumatera Utara, dan ini seluruhnya merupakan sebuah potensi yang harus digabungkan.

 
FacebookTwitterGoogleYoutube

Publikasi

839660 Asasi Maret-April 2014 1


Opini

Era Baru Mengatasi Pengelak Pajak

Kondisi fiskal negara maju yang berdarah-darah, sebaliknya perusahaan multinasional (MNC) menyembunyikan keuntungan raksasa, telah menimbulkan kemarahan. Dikalkulasi aset keuangan Rp 230.000 triliun atau 250 kali ekonomi Indonesia disembunyikan di yurisdiksi ”surga pajak”.Meski negara maju begitu geram, yang lebih dirugikan sebenarnya negara berkembang...

Fokus

Wahyudi Djafar: Belum Saatnya TNI/Polri Bisa Memilih

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi adanya celah ketidakpastian hukum mengenai hak pilih anggota TNI dan Polri dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014. Aktivis HAM dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Wahyudi Djafar menilai dalam konteks pemilu legislatif, hak anggota TNI dan Polri dibatasi. Sementara itu, tidak ada larangan penggunaan hak politik sehingga memungkinkan untuk ditafsirkan TNI dan Polri boleh memilih.


Share/Save/Bookmark