Lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di bidang anak, Plan International, mengatakan bahwa 20 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membantu pencapaian Millenium Development Goals (MDGs).
Ke-20 desa itu berhasil menerapkan lima pilar hidup sehat dalam kegiatan masyarakat sehari-hari."Keberhasilan menerapkan lima pilar itu membantu pencapain MDG's poin lima dan enam soal memerangi penyakit menular dan penyehatan berbasis lingkungan, peningkatan perilaku higienis, serta penurunan angka kematian ibu dan bayi," kata Kepala Program Plan Indonesia Nono Sumarsono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (9/2).
Lima pilar hidup sehat yang dimaksud Nono adalah tidak buang air di sembarang tempat, selalu mencuci tangan pakai sabun, pengelolaan air dan makanan yang aman, pengelolaan sampah dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.
Ia menjelaskan, membangun perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat, terutama di pedesaan, sangat membantu dalam menekan tingginya tingkat kematian ibu dan anak di Indonesia.
"Saat ini di Indonesia sekitar 112 juta orang belum memiliki akses terhadap sanitasi yang baik. Tidak heran jika ada studi data yang menyebutkan bahwa negara mengalami kerugian sekitar Rp58 triliun per tahun akibat tingginya berbagai kasus penyakit yang disebabkan buruknya sanitasi dan lingkungan," jelasnya.
Plan Indonesia menjadikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai program utama di NTT. Ini merupakan bagian dari komitmen Plan yang sudah bekerja selama 75 tahun untuk pengembangan masyarakat di berbagai belahan dunia, yang fokus pada kesejahteraan anak. (Ant/OL-01)
Sumber:http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/09/297367/293/14/20-Desa-di-NTT-Bantu-Pencapaian-MDGs






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.





Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...