Meski HIV/AIDS menjadi target Millenium Development Goal(MDG's) yang sulit diraih oleh Kementerian Kesehatan RI, namun tidak demikian dengan Jawa Timur. Dinas Kesehatan Jatim mengklaim angka kematian ibu (AKI) menjadi target yang masih sulit diturunkan.
Sulitnya penurunan AKI ditunjukkan oleh data Dinkes Jatim pada 2011 lalu. Jumlah ibu yang meninggal mencapai 105/100 ribu kelahiran bayi hidup. Angka ini ternyata lebih tinggi dibandingkan 2010 lalu yang hanya 101/100 ribu kelahiran bayi yang hidup.
"Kematian ibu masih sulit diturunkan. Tahun 2010 lebih bagus daripada 2011. Tapi tahun 2011 naik lagi," kata Budi Rahayu Kepala Dinas Kesehatan Jatim pada suarasurabaya.net, Rabu (8/2/2012).
Kenaikan itu terjadi karena berbagai faktor. Diantaranya, sistem surveillance yang semakin kuat sehingga mampu mendata jumlah kematian ibu melahirkan yang ada di daerah. Selain itu juga didukung dengan makin banyaknya klinik swasta yang kemudian memberikan pelayanan yang tidak sesuai standar.
Apalagi kualitas lulusan bidan sekarang ini jauh lebih rendah jika dibandingkan lulusan bidan pada masa dulu. Menurut Budi, menjamurnya sekolah-sekolah bidan sekarang ini ternyata tidak diimbangi dengan kualitas pendidikannya.
Meski demikian keberadaan bidan dan Puskesmas di daerah cukup membantu dalam upaya menurunkan AKI. Sementara dukun bayi hanya dituntut untuk membantu pascapersalinan dan bukan menolong persalinan.
Karena itu, Dinkes Jatim lebih fokus kepada penurunan AKI sepanjang 2012 ini. Meski tidak berani menyebutkan angka detilnya, namun Budi berharap AKI bisa turun di bawah 100/100 ribu kelahiran bayi hidup. Dengan demikian, target MDG's secara keseluruhan dapat tuntas teraih pada 2015 nanti.(git)
Sumber:suarasurabaya.net






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.





Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...