Ni Nyoman Budiasih bergabung sejak 10 Pebruari 2010 menjadi anggota dampingan Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Yayasan Maha Bhoga Marga. Ibu muda ini dipilih oleh teman-temannya untuk menjadi Ketua Kelompok, yang diberi nama Darma Sari Wanita, beranggotakan 10 orang. Anggota kelompok rata-rata membuat keranjang tempat buah sebagai kerajinan, disamping, bertani dan beternak babi.
Perempuan kelahiran Tiyingdesa, 5 Oktober 1980, mengenal usaha membuat keranjang sejak usia 15 Tahun. Hingga sekarang usaha ini ditekuni sebagai pekerjaan utama. Maklum, tanah kelahiranya terkenal memilik potensi alam berupa hutan bambu yang tersebar sangat luas, yang sudah dipelihara secara turun temurun. Tiying desa sendiri adalah salah satu dusun di Desa Pengotan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli,
Usaha membuat keranjang mulai serius ditekuni sebagai usaha keluarga sejak tahun 2001. Sebelum mendapat dampingan dana bergulir KPM, Ni Nyoman Budiasih meminjam modal dari pengepul untuk usaha membuat keranjang. Pengepul meminjamkan modal berupa biaya bahan baku bambu, dan setelah jadi dijual lagi ke pengepul sesuai dengan harga pasar.
Dalam satu hari Ni Nyoman Budiasih dapat membuat keranjang 1 toros (10 buah), dengan bahan baku satu batang bambu. Satu batang bambu dibeli seharga Rp. 10.000,- rupiah, harga keranjang per toros Rp. 30.000,-. Hasil dari membuat keranjang dipakai untuk biaya kebutuhan sehari hari. Disamping usaha membuat keranjang, Ni Nyoman Budiasih dan suaminya I Nengah Rata mengelola lahan 50 are, yang ditanami kopi, jahe, cabe, dan singkong.
Ibu Nyoman Budiasih
Setelah bergabung dalam kelompok dampingan MBM, ibu yang berpenampilan sederhana ini, sudah bisa mengelola keuangan rumah tangga dan hasil dari membuat keranjang, “ dulu saya tidak bisa hitung-hitungan”, paparnya sambil tersenyum. Setelah menjadi anggota dampingan MBM saya bisa membuat stok keranjang. Dulu hanya mengandalkan pinjaman bambu dari pengepul, sekarang bisa membuat produksi yang banyak untuk membuat stok.
“Kami senang Kelompok kami terpilih menjadi KPM terbaik tahun 2011”,. paparnya bangga. Pada pertemuan akhir tahun 30 November 2011, KPM Darma Sari Wanita menerima hadiah dua ratus lima puluh ribu rupiah, sebagai KPM terbaik.
Harapan kami ke depan, adalah agar kelompok kami dan beberapa kelompok di wilayah Pengotan ini bisa menjadi seperti Koperasi sehingga dapat membantu masyarakat disekitar desa kami”, harapannya menutup percakapannya. (MBM)
Editor: hafidz
Sumber; http://mahabhogamarga.org/artikel/keranjang-bambu-dari-tiyingdesa/






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.




Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...