Mendukung Program Kesehatan Reproduksi Perempuan

E-mail Cetak PDF

mbmSetahun yang lalu, tanggal 14 Januari 2011 MBM mengundang semua Pemuka Agama Kristen, Pemuka Masyarakat Pendeta dan Ketua kelompok dampingan MBM untuk rapat kerja program MBM tahun 2011. Pada kesempatan tersebut MBM menyampaikan laporan penyelenggaraan program 2010 dan pemaparan program kerja tahun 2011. Pertemuan ini dihadiri oleh 78 orang, dimana 28 orang diantaranya adalah perempuan.

Salah satu paparan adalah hasil pemeriksaan deteksi dini kesehatan reproduksi perempuan sepanjang tahun 2010. Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.459 perempuan. Dari pemeriksaan tersebut ada 3% yakni 42 perempuan didiagnosa ada pre cervix cancer dan memerlukan tindakan colposcopy. Selain itu ada 28 orang didiagnosa Sexual Transmitted Infection. Dengan penemua awal dan penanganan yang tepat mereka segera sehat kembali. Inilah pentingnya deteksi dini kesehatan reproduksi perempuan. Melalui deteksi dini akan menjamin peningkatan kualitas kesehatan perempuan dan masyarakat secara umum.

Dinas Kesehatan melaporkan hasil survey rumah tangga yang menemukan bahwa 1,2 persen dari sekitar 56.000 ibu hamil per tahun di Bali yang positif HIV/AIDS. Pada tahun 2010 ada 300 bayi tertular HIV dari ibunya di Bali. Kejadian ini bisa ditekan bila dilakukan pemeriksaan deteksi dini terhadap semua perempuan setiap tahun terutama pada ibu yang mempersiapkan diri untuk hamil atau sedang hamil.

Hasil pemaparan di atas menggugah perempuan dan pendeta yang hadir untuk mendukung program Pemeriksaan Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi untuk perempuan di lingkungan jemaat. Beberapa jemaat GKPB seperti Jemaat Nusa Dua, Legian, Kwanji Buduk, dan Dhynapura mengalokasikan dana khusus untuk mendukung program Pemeriksaan Kesehatan reproduksi Perempuan terutama perempuan yang tidak mampu membayar biaya sebesar RP. 60.00 per pemeriksaan. Pada semester pertama jumlah telah diperiksa sebanyak 758 perempuan, 30 diantaranya adalah perempuan yang yang sedang hamil. 2 diantara perempuan yang hamil adalah orang dengan HIV positif. Dalam masa kehamilan MBM mendampingi mereka untuk memastikan mereka taat dengan program PMTCT (Prevent Mother to Child Transmission). Saat ini mereka telah melahirkan dan setelah bayi mereka berusia 18 bulan baru bisa dipastikan apakah program PMTCT berhasil mencegah transmisi HIV ke tubuh bayinya.

Pengetahuan dan kesadaran dari pemimpin kelompok, pemuka agama, para perempuan dan masyarakat pada umumnya akan pola hidup sehat terutama kesehatan reproduksi akan membantu upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan penularan HIV dari ibu kepada bayinya.

Sumber: http://mahabhogamarga.org/artikel/komunitas-kristen-mendukung-program-kesehatan-reproduksi-perempuan/#more-198

 

Add comment


PBB Harus Perhatikan Persoalan HAM di Indonesia

pbbDewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...

no-rice-sehari-tanpa-nasiUsaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.

Video Komunitas

You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.
Title: Membangun Kemandirian Ekonomi (0:09:28)


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

We have: 90 guests online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: Mei 19, 2012

FacebookTwitterGoogleYoutube

Opini

RAN P4DK, Mendamba Sinergi Efektif

foto mbak rubySampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...

Fokus

Menjadikan Kesetaraan Gender Sebagai Gerakan Bersama

Perbedaan peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial-masyarakat tentu saja tidak menjadi suatu masalah. Namun kenyataanya, diskriminasi terhadap perempuan akibat perbedaan gender itu terus terjadi. Ironisnya lagi, pada level gerakan sosial, kesetaraan gender masih dianggap hanya menjadi urusan perempuan. Isu kesetaraan gender...

Jajak Pendapat

Apakah Muatan RUU Kesetaraan Gender Sudah Menjamin Pemenuhan Hak Perempuan?

Share/Save/Bookmark