Beasiswa HENRI bertujuan untuk memberikan/menyedia kan pelatihan bagi Peneliti dan Profesional bidang Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Beasiswa HENRI merupakan program kerjasama antara USAID, Harvard University, Universitas Indonesia/SEAMEO RECFON, SUMMIT Institute of Development (SID), Universitas Andalas dan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Universitas Mataram.
Beasiswa HENRI bertujuan secara umum untuk memberikan/menyedia kan pelatihan bagi Peneliti dan Profesional bidang Kesehatan Masyarakat Indonesia dalam Analisa dan Penggunaan Data Lokal untuk Pengambilan Keputusan.
Beasiswa HENRI khusus dibidang Gizi Masyarakat (Community Nutrition) untuk level Master dan Doctorate dan diselenggarakan di Universitas Indonesia, SEAMEO RECFON.
Komposisi Beasiswa HENRI adalah sebagai berikut:
1. Reimbursement Biaya Pendaftaran
2. Tiket PP untuk mengikuti Tes Masuk UI (TPA dan Bahasa Inggris)
3. Biaya Masuk UI
4. Biaya Kuliah Per Semester
5. Biaya Hidup
6. Asuransi Kesehatan
7. Tiket PP untuk memulai dan berakhirnya perkuliahan
8. Pengadaan Handout/Materi
Tahapan Beasiswa HENRI
1. Diterima UI (memiliki bukti pendaftaran dan penerimaan UI)
2. Mengisi Formulir Beasiswa HENRI
3. Mengikuti Beasiswa HENRI Tes (Tes Tulis dan Wawancara)
4. Pengumuman Hasil
Bagi yang berminat dipersilahkan untuk melakukan registrasi online pada link dibawah ini:
Informasi pendaftaran/ registrasi online silahkan mengunjungi website: www.penerimaan. ui.ac.id
Bagi yang sudah melakukan registrasi/pendafta ran pada web tersebut diatas, untuk lebih lanjut mohon menghubungi:
Mandri Apriatni
Mobile: 081.757.31317
Email: msapriatni@yahoo. com, msapriatni@gmail. com






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.





Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...