Tahun 2011 disebut-sebut sebagai titik nadir dari kerukunan antarumat beragama. Penyerangan rumah ibadah sampai penyerangan yang memakan korban jiwa terjadi di tahun 2011. Ancaman diserang bagi lembaga yang giat menyuarakan toleransi bisa datang sewaktu-waktu. Namun demikian, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia terus menguatkan diri untuk mendorong kerukunan antarumat beragama.
Pada tanggal 25 Desember 2011 lalu, AMAN bersama Koalisi untuk Perempuan Cinta Damai dan Peacefull Warriors for Change (PWFC) menyelenggarakan Aksi Seribu Bunga untuk Natal di Gereja Taman Yasmin, Bogor. Aksi ini bertujuan untuk memberikan solidaritas kepada umat Kristiani yang sedang merayakan Natal. Sejumlah 200 tangkai bunga yang dilengkapi dengan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2012 dibagikan kepada Jamaah Gereja Taman Yasmin.
Peserta yang terlibat dalam aksi ini tak kurang dari 30 orang, terdiri dari AMAN Indonesia, Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Jakarta, LSM Ahimsa, Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan (Kompak), dan PP Pemuda Ahmadiyah, Parung-Bogor.
Peserta mengikuti semua proses yang berlangsung, mulai bersitegang dengan sekelompok orang yang melarang pelaksanaan misa Natal di Gereja Taman Yasmin sampai ikut menghadiri ibadah di rumah salah seorang jamaah di Perumahan Taman Yasmin. Tidak hanya secara fisik, AMAN, Koalisi untuk Perempuan Cinta Damai, dan pemuda yang tergabung dalam PWFC juga merasakan gejolak emosi jamaah sebagai umat beragama yang tidak diperbolehkan merayakan hari besar agama di gereja.
Setelah tidak berhasil bernegosiasi dengan sekelompok orang yang melarang ibadah di Gereja Taman Yasmin, banyak sekali rasa penyesalan dan kegusaran yang terdengar dari para jamaah. Mereka mengeluh karena untuk beribadah saja dihalang-halangi dan diancam diserang. Namun disela-sela keluhan itu ada juga yang menguatkan diri dengan mengatakan bahwa Tuhan pasti akan memberi petunjuk. “Tuhan pasti akan memberi petunjuk. Kita tidak boleh putus asa, Mbak,” kata salah seorang jamaah.
AMAN Indonesia dan koalisi berharap upaya-upayanya dapat mendorong tercapainya kehidupan yang lebih damai. Membagikan bunga untuk umat Kristiani yang sedang merayakan Natal boleh dikatakan sebagai tindakan kecil. Namun jika kegiatan-kegiatan kecil justru dapat menumbuhkan jiwa yang damai dan mengikis prasangka negatif terhadap agama lain, maka AMAN dan koalisi tidak enggan melakukannya. Lebih-lebih ada peran media yang mempublikasikan upaya-upaya untuk perdamaian. (An)
Sumber: http://amanindonesia.org/news/2012/01/11/aksi-seribu-bunga-untuk-natal-dan-perdamaian-.html






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.




Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...