OKI Kritik Kekerasan Atas Nama Islam

E-mail Cetak PDF

okiOrganisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation) atau OKI mengkritik tindak kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu atas nama Islam. OKI mempertanyakan dari mana kelompok yang melakukan tindak kekerasan tersebut mendapatkan izin untuk mengatasnamakan Islam.

"Setiap tindakan yang mengatasnamakan Islam perlu diperiksa, apakah tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dan kriteria Islam sebagai agama dan budaya," kata Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu kepada para wartawan di Kantor Presiden, sebagaimana ditulis Kompas, Senin (20/2/2012).

Ia menambahkan, Islam memiliki standar untuk kitab suci Alquran dan sunnah. Ihsanoglu mengatakan, tak semua orang dapat melakukan intepretasi terhadap keduanya. Intepretasi dapat dilakukan hanya oleh orang-orang yang memiliki kemampuan mumpuni.

Bentuk Komisi HAM
Dalam menyikapi aksis kekerasan yang salah satunya terjadi di Indonesia, Komisi HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memasukkan kekerasan atas nama agama sebagai bahasan pertemuan perdana anggota lembaga ini. OKI berniat membentuk badan HAM yang kuat bagi negara-negara anggota.

"Menurut OKI tidak ada kekerasan yang disahkan oleh agama. Saya kira ini masalah religious violence itu, akan jadi bagian dari strategis isu yang akan dibahas di komisi ini," ujar Komisioner OKI dan Ketua Komisi HAM OKI Siti Ruhaini Dzuhayatin.

Di Indonesia sendiri, lanjut Siti Ruhaini Dzuhayatin, kasus kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah dan GKI Yasmin merupakan kasus strategis. Mereka akan membahas lebih jauh masalah ini. Karena ini terjadi juga di negara lain. Persoalan kekerasan agama ini akan menjadi satu agenda.

Terakhir Diupdate ( Selasa, 21 Februari 2012 13:39 )  

Add comment


PBB Harus Perhatikan Persoalan HAM di Indonesia

pbbDewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...

no-rice-sehari-tanpa-nasiUsaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.

Video Komunitas

You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.
Title: Kuala Namu: Suara Dari Balik Tembok (Part-1) (0:10:10)


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

We have: 104 guests online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: Mei 19, 2012

FacebookTwitterGoogleYoutube

Opini

RAN P4DK, Mendamba Sinergi Efektif

foto mbak rubySampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...

Fokus

Menjadikan Kesetaraan Gender Sebagai Gerakan Bersama

Perbedaan peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial-masyarakat tentu saja tidak menjadi suatu masalah. Namun kenyataanya, diskriminasi terhadap perempuan akibat perbedaan gender itu terus terjadi. Ironisnya lagi, pada level gerakan sosial, kesetaraan gender masih dianggap hanya menjadi urusan perempuan. Isu kesetaraan gender...

Informasi

Jajak Pendapat

Apakah Muatan RUU Kesetaraan Gender Sudah Menjamin Pemenuhan Hak Perempuan?

Share/Save/Bookmark