Dalam rangka percepatan pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) 2015, Pemkab Klaten berhasil menekan angka kematian bayi dan kasus gizi buruk setelah memberlakukan Perda 7/2008 tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Limawan Budi Wibowo M Kes menjelaskan, pengaruh pemberlakuan Perda dirasakan beberapa tahun terakhir. "Di awal angka kematian tinggi tetapi tiga tahun terakhir turun," ungkapnya kepada suaramerdeka.com, Sabtu (18/2).
Tahun 2009 angka kematian bayi/balita 391/1.000 kelahiran hidup (20%). Tahun 2010 menurun 331/1.000 kelahiran hidup (16,78%) dan tahun 2011 hanya 171/1.000 (9,3%). Hasil tahun 2011 yang hanya 9,3% sangat menggembirkan, sebab target Millenium Development Goals (MDG) bidang kesehatan hanya 15 %.
Angka gizi kurang ikut turun sebab tahun 2011 dari 91.323 balita hanya 688 kekurangan gizi. Jumlah itu menurun sebab tahun 2010 mencapai 692 anak. Pada tahun 2011 balita gizi buruk ikut turun hanya delapan anak sedang tahun 2010 tercatat 23 anak.
Capaian itu bukan tanpa tantangan. Kendala utama, Perda itu tanpa sanksi sehingga pendekatan persuasif menjadi fokus. Sosialisasi dilakukan dengan didukung RS Islam, RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro, 34 Puskesmas dan ratusan bidan desa terus bergerak.
Untuk instansi pemerintah tidak ada kendala sebab secara struktural di bawah Dinas. Namun menyadarkan instansi swasta tentang IMD, menyediakan ruang dan memberi kesempatan ibu menyusui tidak mudah. Apalagi Perda diikuti dengan kebijakan larangan pemberian susu formula.
Alasan Pemkab menerapkan Perda itu mengacu data Unicef. Dari 42 negara menunjukkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan berpengaruh paling tinggi dalam upaya menghindarkan balita dari kematian akibat gizi buruk. Memberikan ASI eksklusif dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 30.000 anak Indonesia/tahun. Sebab, anak dengan gizi buruk lebih rentan penyakit terutama diare dan infeksi pernapasan.
Data Dinas Kesehatan Jateng juga menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2011 tergolong tinggi, mencapai 116,01 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) 10,34 per 1000 kelahiran hidup. Adapun AKI di Kebumen masuk terendah ke empat, yakni 42,58 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan untuk AKB Kebumen masih relatif tinggi, yakni di urutan ke-20 yakni 8,85 per 1000 kelahiran hidup.[haf]






Dewan HAM PBB akan melakukan Tinjauan Periodik Universal (UPR) kepada seluruh negara anggota PBB di Jenewa Swiss, pada 23 Mei nanti. Dalam UPR yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali itu, beberapa aktivis HAM meminta PBB untuk memmperhatikan secara serius maraknya kasus pelanggaran HAM, khususnya terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini...
Usaha pemerintah untuk mengembangkan pangan lokal melalui Gerakan Sehari Tanpa Nasi memang layak diapresiasi. Namun demikian, menurut praktisi pertanian, poin penting dan paling utama seiring ajakan itu adalah aksi konkrit pemerintah dalam mendorong pengembangan pangan lokal hingga ketersediaannya terjaga dengan harga terjangkau.




Sampai pertemuan ke 25, kami tetap tidak tahu kapan draft Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perencanaan Pemberdayaan dan Partisipasi Perempuan di Daerah Konfik (RAN P4DK) akan disahkan. Peserta dialog N-Peace, sebuah jaringan perempuan perdamaian yang digawangi oleh UNDP, terlihat sedikit resah selama pertemuan dua hari di Bali Kuta Resort pada 18-19 April baru-baru ini. Wajar saja...