Kesadaran Masyarakat Tentang Kesehatan Ibu dan Anak Masih Rendah

E-mail Cetak PDF

kalmit imrAngka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuani Millenium Development Goals (MDGs) yaitu tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾ resiko jumlah kematian ibu. Hingga saat ini angka kematian ibu masih tinggi, yaitu 228 per 100 ribu kelhairan.

Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi lantaran indikasi yang lazim muncul. Yakni pendarahan, keracunan kehamilan yang disertai kejangkejang, aborsi, dan infeksi.

Untuk memberikan penyadaran tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak, Kalyanamitra mengadakan diskusi warga kesehatan ibu dan anak “Mari Kita Kurangi Angka Kematian Ibu dan Anak”. Acara yang berlangsung selama dua hari ini, 26-27 Oktober 2011diadakan di Prumpung, Jakarta Timur. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah dr. Maya dari Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan dr. Vita dari Puskesmas Cipinang Besar.

Menurut dr. Maya selain faktor-faktor di atas ada faktor lain yang turut mempengaruhi angka kematian ibu, misalnya, pemberdayaan perempuan yang tak begitu baik, latar belakang pendidikan, sosial ekonomi keluarga, lingkungan masyarakat dan politik, kebijakan juga berpengaruh. Maka dari itu kaum lelaki pun dituntut harus berupaya ikut aktif dalam segala permasalahan bidang reproduksi secara lebih bertanggung jawab.

Selain masalah medis, tingginya kematian ibu juga karena masalah ketidaksetaraan gender, nilai budaya, perekonomian serta rendahnya perhatian laki-laki terhadap ibu hamil dan melahirkan. Oleh karena itu, pandangan yang menganggap kehamilan adalah peristiwa alamiah perlu diubah secara sosiokultural agar perempuan dapat perhatian dari masyarakat. Sangat diperlukan upaya peningkatan pelayanan perawatan ibu baik oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat terutama suami.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kematian ibu, yakni terlalu tua saat hamil, terlalu muda untuk hamil, terlalu sering hamil, dan terlalu dekat jarak kehamilan. Untuk itu dr. Maya menekankan pentingnya Keluarga Berencana untuk menjaga jarak kehamilan, karena dengan demikian akan tercipta keluarga yang sejahtera dan terencana. “dalam satu keluarga idealnya hanya ada satu balita”, demikian ungkap dr. Maya.

Salah satu resiko bagi perempuan yang terlalu sering melahirkan atau melahirkan 4 kali atau lebih adalah terserang kanker leher rahim, salah satu kanker yang saat ini kasusnya juga tinggi di Indonesia.

Sementara itu dr. Vita menekankan pentingnya imunisasi pada Balita. Selama ini para orang tua masih mengabaikan tentang imunisasi, padahal di Puskesmas sudah menyediakan pelayanan secara gratis. Imunisasi ini penting karena banyak wabah penyakit. dr. Vita mencontohkan tentang imunisasi campak, dimana target yang harus di capai tidak terpenuhi karena para orang tua tidak memiliki kesadaran akan pentingnya imunisasi tersebut. “Ada imunisasi yang diharuskan oleh pemerintah dan itu gratis, tapi para orang tua masih belum mau membawa anaknya untuk imunisasi” demikian ungkapnya.

Untuk mengurangi angka kematian anak yang juga tinggi dan untuk melahirkan generasi yang lebih baik, maka imunisasi bagi anak harus lengkap. Di samping itu dr. Vita juga menekankan agar tidak lagi melakukan persalinan di dukun, karena sudah ada peraturan gubenur yang melarang hal tersebut. Persalinan harus di tolong oleh bidan agar secara medis ketika terjadi sesuatu bisa segera teratasi.

Masyarakat sekitar menyambut gembira diskusi tersebut, hal tersebut terlihat dari antusias mereka selama mengikuti diskusi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Dengan adanya diskusi tersebut mereka juga tahu pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak, dan harus ikut memperhatikan ketika ada keluarga ataupun tetangga yang sedang hamil.****(JK)

Sumber: http://kalyanamitra.or.id/eventsdetail.php?id=0&iddata=109

Terakhir Diupdate ( Senin, 31 Oktober 2011 11:21 )  
FacebookTwitterGoogleYoutube

Publikasi

839660 Asasi Maret-April 2014 1


Opini

Era Baru Mengatasi Pengelak Pajak

Kondisi fiskal negara maju yang berdarah-darah, sebaliknya perusahaan multinasional (MNC) menyembunyikan keuntungan raksasa, telah menimbulkan kemarahan. Dikalkulasi aset keuangan Rp 230.000 triliun atau 250 kali ekonomi Indonesia disembunyikan di yurisdiksi ”surga pajak”.Meski negara maju begitu geram, yang lebih dirugikan sebenarnya negara berkembang...

Fokus

Wahyudi Djafar: Belum Saatnya TNI/Polri Bisa Memilih

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi adanya celah ketidakpastian hukum mengenai hak pilih anggota TNI dan Polri dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014. Aktivis HAM dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Wahyudi Djafar menilai dalam konteks pemilu legislatif, hak anggota TNI dan Polri dibatasi. Sementara itu, tidak ada larangan penggunaan hak politik sehingga memungkinkan untuk ditafsirkan TNI dan Polri boleh memilih.


Share/Save/Bookmark